Kisah Nyata Hasil Pelatihan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Bertanggungjawab

Call for Applications: CSE Training Batch IV on “Intensive Social Affairs Specialism Training”
June 20, 2016
Proses seleksi CSE Belajar Bersama “Social Specialist dalam Pengelolaan SDA yang Bertanggungjawab” Batch IV
August 6, 2016

Kisah Nyata Hasil Pelatihan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Bertanggungjawab

Nampaknya tidak ada yang berubah dari Ibu Kasmini ketika kami bertemu dengannya siang hari itu tanggal 28 April. Mengenakan kerudung dan baju bernuansa merah, sosoknya terlihat feminin dan keibuan namun tetap memancarkan ketegasan dan keteguhan semangatnya. Dengan penuh keyakinan, Bu Kasmini mengungkapkan harapannya untuk bisa berkolaborasi dengan perusahaan.

“Saya percaya karena waktu pelatihan CSE yang hadir adalah dari perusahaan semua, bahkan perusahaan-perusahaan besar seperti Sinarmas Forestry, Smart dan Wilmar. Perusahaan yang besar saja mau bekerja sama dengan masyarakat, kenapa perusahaan yang kecil tidak? Saya yakin pasti bisa, tapi pelan-pelan.”

Pelatihan yang merubah pola pikir

Bu Kasmini hanya seorang perempuan petani biasa, tingkat pendidikannya sampai sekolah menengah pertama saja. Bu Kasmini bersama keluarganya datang ke Sumatera sebagai transmigran dari Jawa yang bertujuan mengubah kehidupannya agar menjadi lebih baik dan sejahtera. Di Sumatera, beliau memutuskan menetap dan membeli sebidang tanah di Riau. Namun apa daya, ternyata tanah pilihannya menjadi obyek konflik terkait kepemilikan dan pengelolaannya. Bu Kasmini tidak sendirian, beliau bersama beberapa petani lainnya dengan masalah serupa kemudian berupaya memperjuangkan haknya. Berbagai cara mereka lakukan mulai dari demonstrasi klaim lahan sampai okupansi, namun tidak memberikan hasil yang berarti. Persoalan lahan antara Bu Kasmini dan teman-teman petaninya, dengan kurang lebih 7 perusahaan di sekitar telah berlangsung selama sembilan tahun.

Pada bulan September 2015, atas dorongan staff TFT, Bu Kasmini mengikuti ‘Belajar Bersama’ yang diselenggarakan oleh CSE Indonesia yaitu: “Social specialist dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Bertanggungjawab”. Kegiatan ini diikuti Warga Belajar dari berbagai latar belakang, baik dari masyarakat, akademisi, perusahaan, LSM, fresh graduate, maupun organisasi kemasyarakatan. Selama sepuluh hari, para Warga Belajar saling berbagi pemahaman, pengetahuan dan pendalaman dalam mengelola isu – isu sosial pada pengelolaan sumber daya alam. Ditemani dan dipandu oleh tim fasilitator dan narasumber.

berpengalaman , para warga belajar dibekali dengan berbagai perspektif tentang pentingnya kolaborasi dalam mengelola segala aspek sosial pengelolaan sumber daya alam.

Win-win daripada Win-lose

Setelah mengikuti Belajar Bersama yang diselenggarakan CSE Indonesia, pola pikir Bu Kasmini untuk mengatasi konflik mulai berubah. Baginya, penyelesaian konflik bukan hanya untuk memuaskan ego satu pihak saja tapi bagaimana cara agar semua pihak tidak ada yang dirugikan.

“Saya akan memberi masukan pada teman-teman, bagaimana agar perusahaan tidak rugi, masyarakat juga tidak dirugikan. Kita bisa duduk bersama, mencapai tujuan yang selama ini kita impi-impikan yaitu kemenangan. Kemenangan bersama.”